Main Article Content

Abstract

Suatu upaya untuk meningkatkan penggunaan outguide dalam penyediaan dokumen rekam medis suatu kualitas mutu pelayanan kesehatan, maka harus ada rekam medis yang baik. Pengaruh outguide dalam penyediaan dokumen  berkas rekam medis di Puskesmas Dasan Agung secara cepat dan tepat pada saat dibutuhkan akan sangat membantu mutu pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tracer atau outguide yang baik yaitu tracer atau outguide yang terbuat dari bahan yang tebal seperti karton atau plastik, dilengkapi dengan kantong untuk menyelipkan bon peminjaman, pemilihan warna tracer atau outguide harus memilih warna yang mencolok serta ukurannya lebih baik melebihi ukuran berkas rekam medis agar dapat menonjol keluar, karena dapat memudahkan petugas rekam medis menelusur keberadaan tracer atau outguide tersebut saat berkas rekam medis dikembalikan. Perancangan tracer atau outguide dari hasil analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa perancangan tracer atau outguide belum memenuhi standar. Serta standar operasional prosedur belum ada, terkait dengan perancangan tracer atau outguide di Puskesmas Dasan Agung Kota Mataram menggunakan bahan PVC (Pholy Vhynil Chloride) berbentuk persegi panjang dengan ukuran 25x33 cm dengan warna biru disertai kantong loose sheet mengunakan plastik transparan berukuran 23x33 cm dan memo yang terdapat nomor rekam medis, tanggal, ruangan/poli, loose sheet dan tanggal kembali serta SOP penggunaan outguide rekam medis terdiri dari tiga alur prosedur, yaitu loose sheet datang menyusul dan rekam medis tidak ada, loose sheet datang menyusul rekam medis ada dan loose sheet dipinjam.

Keywords

Perancangan, outguide, rekam medis

Article Details

How to Cite
Perancangan Outguide dalam Proses Pengambilan dan Pengembalian Data Rekam Medis di Puskesmas Dasan Agung Kota Mataram. (2022). Quality Assurance and Health Information Management, 6(2), 57-65. https://doi.org/10.33651/qhim.v6i2.497

References

  1. Budi, S. C. (2011). Manajemen unit kerja rekam medis. Yogyakarta Quantum Sinergis Media, 96.
  2. Iman, A. T., & Lena, D. (2017). Manajemen Mutu Informasi Kesehatan I: Quality Assurance. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI.
  3. Kemenkes RI. (2008). Peraturan Menteri Kesehatan RI 269/MENKES/PER/III/2008 tentang Rekam Medis.
  4. Malan, A. (2017). Analisis Kelengkapan Berkas Rekam Medis Rawat Jalan di Puskesmas Gamping I Sleman Yogyakarta.
  5. Prasetyo, S. A., & Heryana, A. (n.d.). Analisis Penyebab Ketidaktersediaan Rekam Medis Dalam Menunjang Pelayanan Rawat Jalan di RSUD X.
  6. Sholikh, A. F., & Zendrato, N. P. (2021). Hubungan Pengetahuan Tentang Nilai Guna Rekam Medis Dengan Perilaku Pengisian Dokumen Rekam Medis Oleh Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit Umum Deli Medan Tahun 2021. BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology), 4(2), 81–86.